“Kasus DBD: Waktu Aktivitas Nyamuk “Aedes aegypti” Ternyata Berubah”

KOMPAS.com – Kasus demam berdarah dengue ( DBD) beberapa hari terakhir meningkat drastis. Dinas kesehatan (Dinkes) kemudian mengeluarkan berbagai cara untuk mencegah kasus ini semakin banyak.

Salah satu cara yang digunakan oleh Dinkes adalah fogging atau pengasapan. Sayangnya, cara ini juga sering dianggap kurang efektif memberantas nyamuk pembawa virus dengue, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Meski sudah dilakukan fogging, sering kali nyamuk-nyamuk itu tidak jera dan masih ada di sekitar rumah.

Ketidakefektifan fogging menjadi cara pencegahan DBD mungkin berhubungan dengan waktu aktivitas nyamuk yang telah berubah. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dalam artikel jurnal yang dipublikasikan tahun 2012, para peneliti menemukan perubahan aktivitas itu setelah melakukan pengamatan di Desa Pa’lanassang, Makassar.

Pada abstraknya, peneliti menyebutkan bahwa sebelumnya penelitian di Malaya Peninsula menunjukkan nyamuk Ae.aegypti dan Ae.albopictus ditemukan mengisap darah dari senja hingga dinihari.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae.aegypti baik dengan menggunakan umpan orang dalam (UOD) maupun umpan orang luar (UOL) tertinggi pukul 17.00-18.00 WITA,” tulis para peneliti.

“Sebaliknya waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae. albopictus menunjukkan perbedaan dimana dengan umpan orang dalam (UOL) tertinggi pukul 16.00-17.00 WITA dan dengan umpan orang luar (UOL) tertinggi pukul 09.00-10.00 WITA,” sambung mereka.

Tak hanya menemukan waktu aktivitas mengisap darah tertinggi, penelitian yang dipimpin oleh peneliti nyamuk Dr Syahribulan itu juga menemukan waktu aktivitas terendah.

“Aktivitas Ae. aegypti dan Ae. albopictus terendah terjadi pada pukul 12.00-14.00 WITA,” tulis para peneliti.

“Baik nyamuk Ae. aegypti maupun Ae. albopictus ditemukan menghisap darah pada malam hari pukul 18.00-20.00 WITA,” imbuhnya.

Para peneliti juga menggarisbawahi bahwa nyamuk Ae.albopictus lebih banyak beraktivitas pada pagi hari. Artinya, ini berbanding terbalik dengan aktivitas Ae.aegypti pada sore hari.

Selain itu, kedua nyamuk ini punya tempat mengisap darah berbeda. Ae.aegypti lebih banyak mengisap darah di dalam rumah, sedangkan Ae.albopictus di luar rumah.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab perbedaan waktu aktivitas menghisap darah pada kedua jenis nyamuk ini masih membutuhkan kajian penelitian,” tulis peneliti.

“Akan tetapi kami memperkirakan bahwa hal ini mungkin dipengaruhi oleh aktivitas sebagian penduduk dalam hal ini adalah ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas misalnya: mencuci, dan beristirahat di luar rumah mereka hingga sore hari,” imbuh mereka. Dengan temuan ini, para peneliti juga memberikan saran kepada dinas terkait atau tim juru pemantau jentik nyamuk.

“Menyarankan kepada Dinas terkait/ Tim Jumantik untuk melakukan evaluasi kembali program pengendalian vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan menginformasikan akan adanya perubahan waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus untuk mengantisipasi resiko penularan penyakit DBD,” tegas mereka.

Source: https://sains.kompas.com/read/2019/01/30/182633123/kasus-dbd-waktu-aktivitas-nyamuk-aedes-aegypti-ternyata-berubah.

Posted on: January 31, 2019
WhatsApp us