Virus Zika Juga Diduga Bisa Sebabkan Kebutaan pada Bayi Baru Lahir

Virus Zika Juga Diduga Bisa Sebabkan Kebutaan pada Bayi Baru Lahir

Jakarta, Kendati gejala infeksi virus Zika disebut lebih ringan dari demam berdarah dengue (DBD), namun virus Zika bak teror bagi manusia lantaran dikaitkan dengan kecacatan bayi baru lahir. Tak cuma itu, dugaan baru mencuat, infeksi virus ini bisa menyebabkan kebutaan.

Dugaan muncul setelah dokter memeriksa 29 bayi di Salvador, Brazil, yang diduga mengalami mikrosefali karena paparan virus Zika. Ini merupakan temuan pertama yang mengaitkan Zika dengan kecacatan lahir lainnya selain mikrosefali.

Peneliti menuturkan 23 dari 29 ibu yang terlibat dalam studi dilaporkan memiliki gejala infeksi virus Zika ringan selama kehamilan. Para ibu mengeluhkan ruam, demam, nyeri sendi, sakit kepala maupun gatal. Sementara itu 18 ibu di antaranya mengatakan memiliki gejala tersebut di trimester pertama kehamilan.

Nah, bayi-bayi yang dilahirkan para ibu tersebut, 10 bayi memiliki kelainan pada matanya. Ditemukan pula 7 bayi yang kedua matanya cacat. Demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (11/2/2016).

Sebagian besar bayi yang terkena kecacatan pada matanya memiliki lesi hitam di belakang mata. Masalah-masalah penglihatan yang ditemukan yakni kerusakan pada retina serta kelainan pada pembuluh darah dan jaringan di sekitar retina. Kerusakan saraf optik juga ditemukan di mata beberapa bayi.

Peneliti menyarankan bayi dengan mikrosefali harus menjalani evaluasi oftalmologi rutin untuk mengidentifikasi ada tidaknya lesi tersebut. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Opthamology.

Meski demikian, ini semua masih bersifat dugaan lantaran uji serologi definitif untuk virus Zika tidak tersedia di Brazil pada saat wabah terjadi. Sehingga terbuka kemungkinan adanya sebab lain dari kasus mikrosefali maupun kecacatan penglihatan yang ditemukan.

Source: http://health.detik.com/read/2016/02/11/170057/3139770/763/virus-zika-juga-diduga-bisa-sebabkan-kebutaan-pada-bayi-baru-lahir

Posted on: September 20, 2016
WhatsApp us