33 Kasus Zika Baru Ditemukan di Thailand, Penyebaran Makin Meluas

Jakarta, Otoritas kesehatan Thailand mengonfirmasi ditemukannya kasus infeksi Zika baru di Thailand. Kasus Zika baru ditemukan di provinsi yang sebelumnya tidak pernah terdata memiliki kasus infeksi Zika.

“Kami menemukan adanya 33 kasus infeksi baru virus Zika pekan lalu. Kasus baru ini ditemukan di dua provinsi yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi memiliki kasus Zika,” tutur juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand, Suwannachai Wattanayingcharoenchai, dikutip dari Reuters.

Suwannachai menduga ditemukannya kasus Zika di provinsi baru ini berhubungan dengan tingginya arus masyarakat yang datang ke Bangkok untuk melayat Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal bulan Oktober lalu. Ada kemungkinan para pasien digigit nyamuk di Bangkok dan akhirnya menularkan Zika ke daerah asalnya.

“Orang-orang yang datang ke Bangkok sudah diingatkan untuk mewaspadai infeksi Zika karena penyakit ini tidak memiliki gejala khusus,” tuturnya lagi.

Thailand merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang mengonfirmasi adanya bayi lahir dengan mikrosefali akibat virus Zika pada bulan September lalu. Mikrosefali merupakan kondisi di mana bayi lahir dengan lingkar kepala kecil dan sudah dibuktikan peneliti memiliki kaitan dengan virus Zika.

Data otoritas kesehatan mengungkap sudah adalah lebih dari 680 kasus Zika yang ditemukan sejak Januari tahun ini. Meski begitu pemerintah mengatakan penyebaran virus bisa dikendalikan dan pihak-pihak berisiko tinggi seperti wanita hamil dan lansia sudah mendapat penanganan khusus.

Zika kini menjadi perhatian khusus karena dampaknya yang oleh World Health Organization (WHO) disebut bisa menyebabkan mikrosefali, kecacatan karena otak tak berkembang sempurna. Selain itu belakangan virus juga telah dikonfirmasi dapat memicu penyakit saraf langka Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Posted on: November 18, 2016
WhatsApp us