Faktor Cuaca, Penderita DBD dan Hepatitis Meningkat

MAJALENGKA,(PR).- Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka lakukan pendataan terhadap penderita hepatitis A dan B serta penyakit DBD, untuk memudahkan penanganan kesehatan bagi para penderita sekaligus meminimalisasi penularan terhadap warga lainnya.

Para penderita hepatitis tersebut sebagian diantaranya menjalani perawatan di sejumlah Rumah Sakit sebagian lagi menjalani perawatan di rumah.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Gandana Purwana, Selasa 22 November 2016, banyaknya penderita hepatitis dan DBD ini diduga akibat perubahan cuaca serta kurangnya kebersihan makanan yang dikonsumsi oleh para pasien.

“Seberapa banyak persisnya jumlah penderita kedua penyakit tersebut, kami masih melakukan survailan, dengan mendata ke Ruamah Sakit, Puskesmas serta masyarakat. Ini untuk memudahkan penanganan kedepan,” ungkap Gandana.

Menurut dia, munculnya penyakit hepatitis untuk saat ini diduga akibat faktor cuaca, selain itu juga makanan yang dikonsumsi kurang bersih, serta daya tahan tubuh yang lemah. Karena itu masyarakat dihimbau untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang bersih serta menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengkonsumsi jajanan dari luar yang dianggap kurang higienis.

“Disaat cuaca seperi sekarang lebih baik tidak makan-makanan di luar, jajan dihindari dan lebih baik mengkonsumsi makanan di rumah yang bersih dan matang,” ungkap Gandana.

Sedangkan hepatitis B menurut gandana lebih disebabkan oleh virus yang penularannya juga sangat mudah. Untuk menghindarinya masyarakat harus menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah penularan lebih banyak.

Disampaikan Gandana, dengan curah hujan terjadi seperti saat ini perkembang biakan nyamuk akan lebih cepat, sehingga penularan penyakit DBD yang ditimbulkan oleh nyamuk juga akan lebih cepat. Salah satu upaya yang paling epektif untuk pencegahan DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Seringkali ada anggapan dari masyarakat ketika ada penderita BDB disebuah lingkungan harus segera di fogging, padahal fogging sebetulnya kurang epektif karena nyamuk kecil atau jentik ada kalanya tidak mati, sehingga nyamuk akan tumbuh besar dan berkembang biak kembali,” jelas Gandana.

Karena itu harus ada gerakan kebersihan lingkungan di masyarakat secara serempak agar pembersihan lingkungan dilakukan secara tuntas.***

 

Source: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/11/23/faktor-cuaca-penderita-dbd-dan-hepatitis-meningkat-385554

Posted on: November 23, 2016
WhatsApp us