Kenali Gejala-Gejala Infeksi Virus Dengue

Infeksi dengue bukanlah kasus ‘anak kemarin sore’. Infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang tertular virus dengue ini, hingga kini masih menghantui kesehatan masyarakat di negara-negara yang letaknya berada di dekat garis khatulistiwa.

Menurut penelitian Kay Marie Tomashek, MD MPH, DTM dan Harold S. Margolis dari Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, insiden DBD di negara-negara khatulistiwa, termasuk Indonesia, meningkat 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir.

Untuk mengenali infeksi virus dengue, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan, ada lima gejala umumnya. Demam tinggi (suhu tubuh lebih dari 38,5º C) selama kurang dari tujuh hari, ruam merah pada kulit, nyeri (di kepala, belakang mata, otot, dan sendi), perdarahan (mimisan, muntah kehitaman, feses hitam, dan menstruasi pada anak perempuan), serta nilai sel darah putih kurang dari 4.000/ml. Sementara nilai normal sel darah putih seharusnya 5.000-10.000/ml.

Jika terjadi pada anak-anak, infeksi dengue juga akan menunjukkan ciri khusus, seperti mual, nyeri perut, dan diare. Diingatkan Prof. Sri, masyarakat perlu memperhatikan lingkungan sekitar. Jika sudah ada orang yang terserang virus tersebut, risiko penularannya bisa meningkat.

Seiring waktu, nyamuk Aedes aegypti terus berevolusi. Menurut dr. Tri, kasus infeksi dengue tidak lagi lebih banyak terjadi di daerah pedesaan seperti beberapa dekade lalu. Saat ini, kasusnya justru lebih banyak di perkotaan.

“Infeksi virus dengue terkait erat dengan lingkungan. Jumlah populasi manusia di kota sekarang lebih besar dibandingkan di desa. Penularan virus dengue  dari gigitan nyamuk lebih mudah terjadi di kota yang padat,” ujar dr. Tri. Mobilisasi manusia yang makin mudah ke berbagai daerah juga  makin meningkatkan risiko penyebaran virus dengue.

Selain itu, proses pengasapan atau fogging yang selama ini rutin dilakukan di berbagai perumahan juga ternyata belum mampu memberantas seluruh nyamuk di lingkungan itu. Ditambahkan dr. Tri, pengasapan sebenarnya hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, bukan seluruh populasi nyamuk dan telur-telurnya. Jika dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin  nyamuk-nyamuk tersebut kemudian membangun kekebalan tubuh terhadap pengasapan.

 

Source: http://www.femina.co.id/Health-Diet/kenali-gejala-gejala-infeksi-virus-dengue

Posted on: December 23, 2016
WhatsApp us