Bagaimana Cara Mengatasi Rumah yang Lembab?

AURA.CO.ID – Memasuki musim penghujan dengan curah hujan tinggi, mengakibatkan suhu dalam rumah terasa lembab. Perubahan cuaca yang secara tiba-tiba tersebut berakibat pada kelembapan ruangan yang tinggi.

Pada kondisi tertentu, hal ini membuat ruangan kurang begitu nyaman. Terlebih kelembapannya sudah memengaruhi kondisi dinding ruang atau kamar yang menyebabkan tumbuhnya jamur.

Faktor penyebab

Rumah yang lembab disebabkan tingginya kandungan air di dalam rumah. Air tersebut bisa terjadi akibat curah hujan, Kamar Mandi, Dapur, Taman, air tanah, dan lainnya yang bersinggungan langsung dengan air.

Ada juga faktor layout ruang yang menyebabkan sistem sirkulasi udara tidak berjalan baik. Kondisi tersebut berakibat pada buruknya kualitas udara dalam rumah yang memiliki kandungan air yang tinggi.

Bisa juga faktor teknis yang tidak disengaja seperti adanya instalasi pipa air yang bocor, genteng pecah, adanya kolam atau bak penampungan air yang banyak, sehingga mengakibatkan udara menjadi lembap.
Menyebabkan kerugian Kondisi yang lembap dalam jangka waktu yang terus menerus dapat merugikan penghuni rumah. Bisa mengakibatkan kondisi kesehatan yang menurun dan mudah terserang penyakit dari jamur yang ada di
rumah. Kondisi lain yang merugikan seperti berikut:

  1. Udara di dalam ruangan terkadang terasa panas.
  2. Furnitur jadi mudah lapuk karena udara di sekitarnya yang lembap. Bisa ditandai dengan tumbuhnya jamur-jamur kecil di bagian kaki meja, kursi, kusen jendela-pintu maupun daun jendela dan pintu.
  3. Merusak kondisi foto atau lukisan yang dipajang, ditandai dengan menguning atau tumbuh jamur.
  4. Peralatan elektronik menjadi cepat rusak karena timbul jamur pada bagian dalam peralatan.
  5. Tembok rumah terlihat kotor dan plafon yang meninggalkan noda seperti bekas aliran air.
  6. Dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Batuk atau alergi adalah beberapa yang mungin saja disebabkan karena perkembangbiakan jamur pada rumah yang lembap.

 

Cara mengatasi

Untuk mengatasi rumah yang lembap, bisa dilakukan dengan memulai mencari sumber kelembapan. Ini menjadi penting untuk acuan tindakan apa yang harus dilakukan ketika udara di dalam rumah terasa lembap.

Apakah disebabkan sirkulasi yang tidak baik atau terdapat kebocoran pada instalasi air di dalamnya. Udara yang lembap disebabkan adanya jumlah air yang cukup banyak dalam kandungan udara.

Ukuran normal untuk kelembapan udara adalah 60%-70% RH. Untuk mengukur kelembapan udara, alat yang digunakan yakni hygrometer. Untuk memastikan apakah udara dalam rumah lembap atau tidak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelembapan udara di dalam rumah.

  1. Memasang Exhaust Fan Exhaust fan bisa berfungsi sebagai alat bantu untuk perputaran udara dari sebuah ruangan ke ruangan lainnya. Bisa juga untuk memindahkan dan mengganti udara di dalam ruang keluar atau sebaliknya. Sangat baik digunakan pada ruangan yang lembap. Bisa diaplikasi pada dinding kamar atau plafon rumah, tergantung pada situasi rumah yang dihuni.
  2. Menggunakan kapur penyerap air Cara ini sebagai alternatif karena lebih mudah dan praktis. Bisa dibeli toko-toko peralatan rumah tangga Modern. Kapur penyerap air ini dapat berfungsi untuk menyerap kadar air di dalam sebuah ruangan. Jika udara cukup lembap, wadah kapur akan cepat terisi air dalam waktu 1-2 minggu, maka segera ganti dengan yang baru.
  3. Menggunakan dehumidifier Dehumidifier adalah sebuah alat yang memang dirancang untuk dapat mengurangi bahkan menghilangkan udara lembap pada sebuah ruangan. Cara kerja dehumidifier dengan menghisap udara lembap tersebut, lalu mengeluarkan kembali setelah sebelumnya diolah menjadi udara dingin terlebih dahulu

 

Source: http://aura.tabloidbintang.com/articles/hobi/37371-bagaimana-cara-mengatasi-rumah-yang-lembab

Posted on: February 20, 2017
WhatsApp us