Mengapa Akhir-akhir Ini Nyamuk Lebih Banyak?

Kamu merasa akhir-akhir ini nyamuk semakin banyak? Jika iya, berikut kumparan (kumparan.com) berikan penjelasannya secara ilmiah.

Ahli serangga spesialis nyamuk sekaligus dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) Desy Purwanti menjelaskan, di musim kemarau yang panjang ini ada beberapa faktor yang membuat nyamuk semakin banyak.

“Salah satu endemik nyamuk itu di Jakarta lebih khusus Jakarta Timur. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya bisa karena sanitasi karena kepadatan penduduk cukup rapat,” kata Desy saat berbincang dengan kumparan, Selasa (19/9).

Desy menambahkan, faktor lainnya yang membuat siklus perkembangbiakan nyamuk itu adanya habitat yang cocok. Habitat yang cocok itu, lanjut dia, misalnya air yang tergenang.
“Di wilayah permukiman kumuh atau pinggiran sungai yang tingkat kesadaran tentang kebersihan dan sanitasi rendah,” ungkap Desy.

Ia kemudian menerangkan soal daur hidup nyamuk yang lebih cepat itu membuat mereka harus mencari makanan sebanyak-banyaknya. Dan makanan mereka adalah darah manusia. Jadi jangan heran jika akhir-akhir ini kamu, warga Ibu Kota, melihat banyak nyamuk di sekelilingmu.

“Kemudian juga karena permukiman padat jadi nyamuk itu kan dari telur larva kemudian dewasa. Nyamuk dewasa yang betina itu kemudian kan mau kawin dengan jantan, nah betina itu butuh nutrisi nah nutrisi hanya bisa didapat dari darah manusia itu,” urai Desy.

Larva Nyamuk (ilustrasi). (Foto: Thinkstock/napatpolchoke)
Desy mengatakan, dua jenis nyamuk yang mengincar darah manusia adalah jenis Aedes aegypti dan Culex sp. Nyamuk yang tergolong dalam genus Culex umumnya menularkan filariasis dengan memasukkan cacing filaria ke dalam darah manusia melalui gigitannya.

Sementara itu Aedes aegypti memasukkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah dengue. Nyamuk yang dikenal dengan belang hitam putih pada badan dan kakinya ini juga dapat menularkan penyakit chikungunya.

“Darah manusia itu punya protein khusus yang digunakan untuk memenuhi nutrisi-nutrisi yang akan ditetaskan di daerah perkembangbiakan kedua jenis nyamuk tersebut,” ungkapnya.

“Jadi ketika nyamuk dewasa menetaskan telur itu kan ratusan ada yang bertahan dan itu lebih banyak. Dari larva itu ada yang hidup atau tidak, pertumbuhan larva harus dibasmi kan ada di perairan. Kebanyakan musim kemarau enggak awas itu daerah yang tergenang di mana. Kalau musim hujan itu kita lebih bisa melihat ada yang tergenang,” beber Desy.

Posted on: September 29, 2017
WhatsApp us