Ternyata Ada Debu dalam Jumlah yang Mengerikan di Tempat Tidurmu

Sudah lumrah, kebanyakan orang gak akan mempertimbangkan suatu bahaya ketika mereka gak bisa melihatnya langsung. Seperti misalnya debu, yang baru akan dibersihkan ketika terlihat mengumpul banyak. Tempat berdebu memang bikin gak nyaman dan ternyata jumlah debu sebenarnya di ruanganmu, jauh lebih dari yang bisa kamu lihat. Dengan risiko yang sangat berbahaya. Kok bisa? Berikut penjelasannya!

Sebelumnya kamu perlu mengetahui apa debu itu sebenarnya.

Debu adalah istilah untuk menggambarkan kumpulan partikel organik dan anorganik yang bervariasi komposisinya, yang menyelimuti suatu benda. Ada fakta unik (dan agak menjijikkan),bahwa debu sebagian besarnya merupakan kelupasan sel kulit manusia. Itulah kenapa tempat yang paling sering kamu gunakan di rumah cenderung akan berdebu lebih cepat. Mungkin kamu akan mempertanyakan, “gak tuh. Kan gudang jarang digunakan, tapi kok berdebu lebih banyak?”. Itu karena kamu membersihkan ruangan yang sering kamu pakai itu secara berkala, coba kamu biarkan keduanya dan lihat tempat mana yang lebih berdebu.

Tungau debu paling suka memakan sel kulit manusia dan mereka ada banyak di ruangan yang sering kamu gunakan.

redfin.com

Larry Arlian, selaku ahli internasional soal tungau debu, mengatakan bahwa tempat paling banyak tungaunyaadalah di matras, karpet, kasur, sofa dan kursi. Itu karena di benda-benda tersebut paling banyak mengandung sel kulit manusia. Semakin banyak seseorang dalam suatu ruangan, maka sirkulasi ruangan tersebut harus semakin diperbagus. Jika tidak, debu akan lebih cepat terkumpul dan risiko kesehatannya lebih tinggi. Seberapa berbahaya sih?

 

Kamu akan gak memandang remeh debu setelah kamu tahu apa saja kandungan di dalamnya seperti berikut ini.

ctpost.com

Agar kamu tahu betapa berbahayanya debu, kamu perlu tahu semua kandungan di dalamnya. Ini akan membuatmu lebih rajin untuk membersihkan ruanganmu. Inilah komponen paling umum yang terkandung di dalam debu rumah tangga:

  • Buangan sel kulit manusia
  • Polybrominated diphenyl ethers (PBDE)
  • Partikel cat
  • Asap/abu rokok (dan kandungan buangan beracunnya)
  • Pestisida
  • PCBs (polychlorinated biphenyls)
  • PAHs (polycyclic aromatic hydrocarbons)
  • Serat kain dari baju, karpet dan benda semacamnya
  • Partikel pasir dan tanah
  • Bagian tanaman atau serangga (ketika dilihat di mikroskop, menemukan kepala semut atau bagian serangga lainnya itu sudah hal biasa)
  • Spora
  • Bulu hewan
  • Tungau debu dan kotoran mereka
  • Virus
  • Kotoran hewan-hewat pengerat rumahan
  • Sampah mikro hasil konstruksi (lem, debu gergaji dan semacamnya)
  • Polen
  • Bakteri
  • Asbestos
  • Logam berat seperti kadmium atau merkuri

Debu bukan sekedar bikin bersin, kontaminasinya bisa berdampak serius pada kesehatanmu.

shape.com.sg

Ketika kamu berjalan atau bahkan membersihkan ruanganmu, sebagian debu akan tersebar ke udara, karenanya kamu perlu mengenakan masker saat membersihkan rumahmu. Yang pasti kamu perlu melakukannya secara rutin. Apalagi jika kamu memiliki anak kecil atau bayi. Anak kecil sejak bisa merangkak bisa menelan sejumlah 10 gram debu, ketika mereka memasukkan tangan ke mulut mereka. Mereka lebih berisiko terkontaminasi kandungan debu karena sistem metabolisme mereka masih belum bekerja secara matang.

theholisticradiant.com

Yang perlu kamu tahu: 90% tingkat PBDE tubuh pada bayi itu datangnya dari debu rumahan, sedangkan pada orang dewasa adalah sekitar 66%. Ya, sampai seserius itulah kamu harus menyingkirkan debu dan hidup bersih.

maidbrigade.com

Dengan meminimalkan debu artinya juga akan meminimalkan risiko terkena gangguan kesehatan. Kandungan debu terbanyak pada benda rumah ada di karpet, apalagi jika karpetnya semakin berbulu. Kamu akan terkejut dengan jumlah debu yang terkumpul di karpet saat mencucinya (utamakan mencuci dengan air panas). Kalau bisa minimalkan penggunaan karpet berbulu kecuali memang dibersihkan secara intensif setiap hari. Sayangi kesehatanmu.

 

Source: https://science.idntimes.com/discovery/bayu/debu-yang-mengerikan-di-kasurmu/full

Posted on: October 17, 2017
WhatsApp us